Pentingnya Memilih Warna dalam Membuat Desain

Hasil gambar untuk color wheel

(Sumber: Google Image)

Warna merupakan elemen paling penting dalam desain grafis. Warna dapat mewakili emosi dari karya sehingga dapat diterima oleh penikmatnya. Elemen warna dapat dianalogikan dengan alam sekitar seperti awan dianalogikan dengan biru, matahari dengan cerah dan kuning muda, serta api dengan merah. Pentingnya memilih warna dalam desain harus diketahui oleh setiap desainer.

Pentingnya Memilih Warna

Warna adalah salah satu daya tarik desain yang dapat memengaruhi pemikiran dan mood orang yang melihatnya. Warna memiliki pengaruh yang besar terhadap psikologi manusia, sehingga muncul pembagian warna ke dalam beberapa kategori.

Dalam desain dikenal colors harmony, atau kombinasi serasi antara satu warna dengan yang lain. Ada beberapa formula yang digunakan untuk menyelaraskan pemilihan warna dalam desain yaitu:

  1. Analogous Colors

Warna analog merupakan kelompok tiga warna yang berdekatan di dalam roda warna. Warna-warna tersebut memiliki unsur warna yang sama, dengan satu warna dominan, contohnya merah, oranye, dan merah-oranye. Skema warna analog menjadikan tampilan yang monokromatis dan kaya. Perpaduannya akan menghasilkan warna hangat atau dingin yang memiliki suhu tertentu dalam harmoni yang tepat.

  1. Complementary Colors

Hasil gambar untuk Complementary Colors

(Sumber: Google Image)

Warna komplementer merupakan warna yang posisinya berhadapan pada roda warna, seperti merah dan hijau. Perpaduan kedua warna tersebut menjadikan kontras yang tinggi serta kesan dinamis, terutama ketika diberikan saturasi penuh. Warna komplementer kurang sesuai untuk penggunaan dalam jumlah besar, tetapi bagus untuk memberikan aksen pada objek, kecuali teks.

  1. Triadic Colors

Skema warna triadic merupakan komposisi warna yang membentuk segitiga sama sisi di sekitar roda warna. Warna triadic memberikan kesan hidup, meski memilih warna yang tampak pucat. Untuk mengaplikasikan warna triadic, kamu harus menggunakan salah satu warna untuk membuat dominasi, sedangkan dua lainnya untuk aksen saja.

  1. Split-Complementary

Skema split complementary merupakan skema variasi dari warna komplementer. Di samping warna dasar, split complementary menggunakan warna yang berdekatan dengan warna komplementer di seberangnya. Kombinasi warna ini biasanya digunakan oleh pemula untuk berlatih membuat formula yang tepat.

  1. Rectangle/Tetradic

Skema warna rectangle atau persegi panjang menggunakan empat warna yang disusun menjadi dua pasang warna komplementer. Skema warna ini memberikan kemungkinan untuk membuat banyak variasi. Bila ingin menggunakan skema warna ini, kamu dapat memilih satu warna untuk dijadikan dominan.

  1. Monotone Chromatic

Hasil gambar untuk Monotone Chromatic

(Sumber: Google Image)

Monotone chromatic merupakan perpaduan dari satu warna dengan saturasi yang berbeda, sehingga menjadi kombinasi yang menarik.

  1. Monotone Achromatic

Monotone achromatic merupakan urutan beberapa warna dari putih ke hitam.

Tips Mudah dalam Pemilihan Warna

Ketika mendesain suatu karya visual, menentukan warna yang cocok. Berikut tips memilih warna yang dapat membantu Anda.

  1. Siapkan tema dan kesan yang Anda inginkan dalam sebuah desain. Apakah kesan natural, modern, natural, klasik, atau lainnya.
  2. Dapatkan foto dan ilustrasi yang sesuai dengan tema. Bisa berupa hasil jepretan foto sendiri atau situs stok foto.
  3. Ambil sampel warna dari ilustrasi yang dipilih.
  4. Buatlah desain dengan perangkat lunak yang Anda kuasai seperti Corel Draw, Adobe Illustrator, dan Photoshop.
  5. Gunakan warna sampel untuk desain Anda, dari header, headline, dan background.
  6. Gunakan beberapa alternatif untuk membuat komposisi.

Demikianlah pentingnya memilih warna dan cara membuat kombinasi warna yang tepat. Dengan pengetahuan kombinasi warna, kamu pasti bisa menghasilkan karya yang enak dilihat dan dapat mempengaruhi penikmatnya.


Facebook Comment

JASA PEMBUATAN WEBSITE JASA PEMBUATAN SOFTWARE JASA PEMBUATAN APLIKASI ANDROID