Sudah KENAL personal brand Anda BELUM?

Sering ngerasa sulit dalam usahanya? Mau itu jualan ataupun nge-freelance. Tapi untungnya karyawan sih ga pengaruh banget, karena yg kena pengaruh perusahaannya. Hehe..

Sengaja saya buka pembahasan soal personal branding ini dengan opening speech seperti di atas, bukan tanpa maksud. Lanjut.

Karena desainer saat ini ga mesti jadi karyawan di suatu perusahaan, tapi bisa jadi pekerja outsource atau freelance dan bisa juga jadi penjual dengan menjual karya buatannya pada situs desain. Sepakat?

Jaman-jaman saya masih sekolah, kerja itu ya kantoran. Ga ke kantor artinya ga kerja, nganggur dan dianggap sampah masyarakat. Agak miris sih, tapi memang sampai sekarang pun pemikiran begitu masih ada.

Apa lagi profesi desainer grafis, saat itu ga lebih dari sekedar kuli gambar di percetakan. Bikin sampul dan sejenisnya. Mau upgrade ilmu ga semudah sekarang, youtube ga ada, blog lokal belum banyak, jadi mau ga mau harus maksain diri buat otodidak dari blog luar minta di ajarin guru komputer. Makanya sekarang itu kita wajib bersyukur, karena apa-apa serba mudah.

Mengingat fakta mudahnya saat ini mencari ilmu teknis desain, membuat siapa pun bisa mempelajari desain grafis. Apapun latar belakangnya, selama memiliki kuota internet Anda bisa mempelajari hal baru, salah satunya desain grafis. Setuju?

Mau cari apa?

UI/UX ada, wpap ada, animasi ada, ilustrasi ada, logo juga ada.

Semuanya ada, kecuali cara kita sebagai desainer agar beda dari desainer lainnya.

Kenapa harus beda mas?

Karena ga sedikit kan kita bertemu dengan masalah2 klasik seperti di bawah ini :

Debat masalah harga,
Pembayaran ga sesuai,
Pitching proyek desain yang merugikan,
Banting harga serendah2nya,
Komunikasi ga lancar dengan calon klien,
Dan masih banyak lagi…

Mungkin Anda pernah mengalami atau bahkan sedang merasakan kondisi buruk di atas. Dan ternyata, di balik itu semua ada selembar benang merah yang sama. Yaitu terjadi karena semakin banyaknya orang yang berprofesi sama, namun tidak adanya faktor keunikan yang membedakan.

Sehingga sebagian besar desainer berada pada zona merah, dimana kondisi di atas sering terjadi. Salah satu cara mereka yang sudah terbebas dari wilayah terlarang ini adalah dengan membangun brand Anda, atau personal brand seorang desainer grafis.

Personal brand adalah brand yang melekat pada sesorang. Brand akan mengikat pemilik brand dengan orang-orang yang mengikutinya. Contoh mudahnya bisa kita lihat pada pablik figur, misalnya syahrini. Sebutkan 3 hal yang Anda bayangkan tentang dia, bisa saja cantik, nyeleneh/kontroversial, glamor/mewah dan sebagainya. Sehingga hanya dari sifat aja bisa langsung ke inget dia.

Btw, masih inget kan temen sekolah Anda yang paling lucu? Siapa namanya?

Andaikan kondisi Anda nantinya seperti di bawah ini:

Jika personal branding Anda kuat, Anda gak perlu lagi debat soal harga dan masalah pembayaran. Karena mereka sudah kenal Anda, lengkap dengan reputasi Anda.

Saat Anda mempunya personal brand yang kuat, ga perlu takut soal pitching proyek. Karena mereka yang justru ngejar2 Anda.

Gak akan ada lagi deh yang namanya banting harga, personal brand Anda yang akan membuat semua orang mau pakai jasa Anda berapa pun harga yang Anda patok.

Lewat personal brand, mereka yang butuh jasa Anda akan dengan senang hati mendengar saran dan nasihat Anda. Kalo gini, deal sudah di depan mata bro.

Itulah sebabnya, orang2 di televisi tau berapa anggaran yang harus dikeluarkan saat mau panggil band sekelas Slank di acara yang mereka buat. Semua itu karena proses membangun brand selama bertahun-tahun. Menciptakan reputasi yang melekat erat di hati penikmatnya.

Menurut pak Subiakto, pakar branding Indonesia, “BRAND adalah NAMA yang diberi MAKNA”

Setelah temen2 baca beberapa manfaat yang akan Anda miliki setelah mempunyai personal brand yang kuat. Maka pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana mengkolaborasikan dengan profesi desain kita.

Sejalan dengan pemikiran di atas, beliau pun memberi tanggapannya.

“Mengapa konsumen HARUS beli/pakai dari produk/jasa Anda, dan bukan kepada yang lain?”🤔🤨

Jawabannya ada pada Anda.

Semoga sharing kali ini menambah pemahaman Anda, bahwa betapa pentingnya wawasan keilmuan lainnya dalam mendukung karir desain grafis Anda.

Siang nanti saya akan sharing lagi di grup “Sharing Desainer dan Microstocker Indonesia”, seputar personal branding yg BISA ANDA PRAKTEKKAN.

Jadi Anda ingin dikenal sebagai desainer grafis yang baik kan? 🤔

Share kalo SETUJU.

 

Penulis : Reza Pahlevi


Facebook Comment

JASA PEMBUATAN WEBSITE JASA PEMBUATAN SOFTWARE JASA PEMBUATAN APLIKASI ANDROID