Did You Know About Personal Branding?Sudah KENAL personal brand Anda BELUM?

Picture Source: Google Image

Do you often get difficulty in your business? For employees, branding can’t affect, but it does for a company.

I have an aim to talk about personal branding by opening speech above. Today, designers not only work for the company but also can be a freelancer or outsourcing worker. They can also become a seller by promoting their works in design sites.

When I was a student, I agree that work is only can do in the office. If someone doesn’t go to the office, it’s mean he is a jobless and useless person. It is a cruel thought that still exists until now.

At the time, graphic designers just labour in the press to design books cover and other related jobs. They can’t upgrade their skill easily like today. There is no YouTube channel or local blog to help them learn. So, they just count on foreign blogs and find someone to teach them directly. Now, we have to be grateful because everything is easy.

Everyone can discover design technique skill through the internet. No matter what are their educational basic, as long as connected to the internet, they can learn new knowledge such as graphic design. Do you agree?

You can find everything from UI/UX, WPAP, animation, illustration, to the logo. All knowledge about graphic design available there, except for the working method of designers. Every designer has a different way to serve their client because everyone will meet classic problems like:

  • Price negotiation.
  • Inappropriate payment.
  • Loss causing design project pitching.
  • Price dropping.
  • Stuck communication with the client to be, and soon.

You may experience those conditions above. And behind those problems, there is a reason. The reason is too many designers but no unique factor to makes them different.

The result is most designers stand in the red zone. There is one way to free from its situation, personal branding. As a graphic designer, you should build personal branding. The brand will adhere to people who attach it. For example, Syahrini has some attributes which can make people remember her when attributes mentioned as controversial, glamour, and beautiful.

If you have strong personal branding, you don’t need to debate about price and payment because they know you and your reputation. You also don’t need to worry about project pitching because clients will catch you. No more price dropping, your personal branding will make everyone want to use your service whatever your price.

Through personal branding, they will listen to your advice happily. If this happens, a deal is close to you. That’s why people in television know how much money should withdraw to call a band like Slank in their program. That’s the result of branding development for years. They succeed to build a good reputation in their fans mind.

Paraphrasing from Mr Subiakto, Indonesian branding expert, “Brand is a name that has mean.” After you read the advantages of strong personal branding, you should know how to collaborate it to your design profession. May this insight can increase your knowledge of how important is another skill to support your graphic design career.

Writer: Reza Pahlevi

Sering ngerasa sulit dalam usahanya? Mau itu jualan ataupun nge-freelance. Tapi untungnya karyawan sih ga pengaruh banget, karena yg kena pengaruh perusahaannya. Hehe..

Sengaja saya buka pembahasan soal personal branding ini dengan opening speech seperti di atas, bukan tanpa maksud. Lanjut.

Karena desainer saat ini ga mesti jadi karyawan di suatu perusahaan, tapi bisa jadi pekerja outsource atau freelance dan bisa juga jadi penjual dengan menjual karya buatannya pada situs desain. Sepakat?

Jaman-jaman saya masih sekolah, kerja itu ya kantoran. Ga ke kantor artinya ga kerja, nganggur dan dianggap sampah masyarakat. Agak miris sih, tapi memang sampai sekarang pun pemikiran begitu masih ada.

Apa lagi profesi desainer grafis, saat itu ga lebih dari sekedar kuli gambar di percetakan. Bikin sampul dan sejenisnya. Mau upgrade ilmu ga semudah sekarang, youtube ga ada, blog lokal belum banyak, jadi mau ga mau harus maksain diri buat otodidak dari blog luar minta di ajarin guru komputer. Makanya sekarang itu kita wajib bersyukur, karena apa-apa serba mudah.

Mengingat fakta mudahnya saat ini mencari ilmu teknis desain, membuat siapa pun bisa mempelajari desain grafis. Apapun latar belakangnya, selama memiliki kuota internet Anda bisa mempelajari hal baru, salah satunya desain grafis. Setuju?

Mau cari apa?

UI/UX ada, wpap ada, animasi ada, ilustrasi ada, logo juga ada.

Semuanya ada, kecuali cara kita sebagai desainer agar beda dari desainer lainnya.

Kenapa harus beda mas?

Karena ga sedikit kan kita bertemu dengan masalah2 klasik seperti di bawah ini :

Debat masalah harga,
Pembayaran ga sesuai,
Pitching proyek desain yang merugikan,
Banting harga serendah2nya,
Komunikasi ga lancar dengan calon klien,
Dan masih banyak lagi…

Mungkin Anda pernah mengalami atau bahkan sedang merasakan kondisi buruk di atas. Dan ternyata, di balik itu semua ada selembar benang merah yang sama. Yaitu terjadi karena semakin banyaknya orang yang berprofesi sama, namun tidak adanya faktor keunikan yang membedakan.

Sehingga sebagian besar desainer berada pada zona merah, dimana kondisi di atas sering terjadi. Salah satu cara mereka yang sudah terbebas dari wilayah terlarang ini adalah dengan membangun brand Anda, atau personal brand seorang desainer grafis.

Personal brand adalah brand yang melekat pada sesorang. Brand akan mengikat pemilik brand dengan orang-orang yang mengikutinya. Contoh mudahnya bisa kita lihat pada pablik figur, misalnya syahrini. Sebutkan 3 hal yang Anda bayangkan tentang dia, bisa saja cantik, nyeleneh/kontroversial, glamor/mewah dan sebagainya. Sehingga hanya dari sifat aja bisa langsung ke inget dia.

Btw, masih inget kan temen sekolah Anda yang paling lucu? Siapa namanya?

Andaikan kondisi Anda nantinya seperti di bawah ini:

Jika personal branding Anda kuat, Anda gak perlu lagi debat soal harga dan masalah pembayaran. Karena mereka sudah kenal Anda, lengkap dengan reputasi Anda.

Saat Anda mempunya personal brand yang kuat, ga perlu takut soal pitching proyek. Karena mereka yang justru ngejar2 Anda.

Gak akan ada lagi deh yang namanya banting harga, personal brand Anda yang akan membuat semua orang mau pakai jasa Anda berapa pun harga yang Anda patok.

Lewat personal brand, mereka yang butuh jasa Anda akan dengan senang hati mendengar saran dan nasihat Anda. Kalo gini, deal sudah di depan mata bro.

Itulah sebabnya, orang2 di televisi tau berapa anggaran yang harus dikeluarkan saat mau panggil band sekelas Slank di acara yang mereka buat. Semua itu karena proses membangun brand selama bertahun-tahun. Menciptakan reputasi yang melekat erat di hati penikmatnya.

Menurut pak Subiakto, pakar branding Indonesia, “BRAND adalah NAMA yang diberi MAKNA”

Setelah temen2 baca beberapa manfaat yang akan Anda miliki setelah mempunyai personal brand yang kuat. Maka pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana mengkolaborasikan dengan profesi desain kita.

Sejalan dengan pemikiran di atas, beliau pun memberi tanggapannya.

“Mengapa konsumen HARUS beli/pakai dari produk/jasa Anda, dan bukan kepada yang lain?”🤔🤨

Jawabannya ada pada Anda.

Semoga sharing kali ini menambah pemahaman Anda, bahwa betapa pentingnya wawasan keilmuan lainnya dalam mendukung karir desain grafis Anda.

Siang nanti saya akan sharing lagi di grup “Sharing Desainer dan Microstocker Indonesia”, seputar personal branding yg BISA ANDA PRAKTEKKAN.

Jadi Anda ingin dikenal sebagai desainer grafis yang baik kan? 🤔

Share kalo SETUJU.

 

Penulis : Reza Pahlevi


Facebook Comment

JASA PEMBUATAN WEBSITE JASA PEMBUATAN SOFTWARE JASA PEMBUATAN APLIKASI ANDROID